Langsung ke konten utama

Glosarium · 56 istilah

Glosarium kemasan

Referensi 56 istilah industri kemasan plastik dan kosmetik: material, proses produksi, dekorasi, dan QC.

A

1 istilah

Airless Pump
Sistem dispenser vakum yang mengeluarkan produk tanpa kontak udara. Ideal untuk produk skincare yang sensitif terhadap oksidasi. Lihat produk terkait

B

2 istilah

Blow Molding
Proses pembentukan botol plastik berongga dengan meniupkan udara ke dalam preform yang dipanaskan. Digunakan untuk produksi botol PET dan HDPE. Lihat produk terkait
Barrier Properties
Kemampuan material kemasan untuk mencegah penetrasi gas, uap air, dan sinar UV. Penting untuk menjaga kualitas produk kosmetik.

C

6 istilah

Cavity (Mold Cavity)
Rongga dalam cetakan (mold) tempat plastik cair dibentuk. Multi-cavity mold memiliki beberapa rongga untuk produksi lebih cepat.
Closure (Tutup Botol)
Komponen penutup botol yang mencakup screw cap, flip-top, disc-top, pump, spray, dan dropper. Harus kompatibel dengan neck finish botol.
Cold Runner
Sistem distribusi plastik dalam mold di mana material mendingin di channel, menghasilkan sprue/runner yang perlu dipotong dan didaur ulang.
Cycle Time
Waktu yang dibutuhkan untuk satu siklus produksi lengkap, dari penutupan mold hingga pengeluaran produk jadi. Semakin pendek, semakin efisien.
Compatibility Testing
Pengujian kompatibilitas antara material kemasan dengan formula produk. Memastikan tidak ada reaksi, migrasi, atau degradasi. Lihat produk terkait
Crystallinity
Tingkat keteraturan struktur molekul polimer yang mempengaruhi transparansi, kekuatan, dan sifat termal material plastik.

D

3 istilah

Dispenser Pump
Mekanisme pompa yang mengeluarkan produk cair dalam jumlah terukur. Tersedia dalam lotion pump, spray pump, dan foam pump.
Dropper
Alat tetes yang terdiri dari pipet kaca/plastik dan rubber bulb. Digunakan untuk serum, essential oil, dan produk dengan dosis kecil.
Deformation
Perubahan bentuk kemasan akibat tekanan, suhu, atau kompatibilitas material yang buruk. Harus dihindari melalui desain dan testing yang tepat.

E

1 istilah

Ejector
Mekanisme dalam mold yang mendorong produk jadi keluar dari cavity setelah proses pendinginan selesai.

F

2 istilah

Flash (Burr)
Material plastik berlebih yang keluar dari batas cetakan pada parting line. Harus diminimalkan melalui precision mold design.
Frosting
Proses pemberian tekstur buram/matte pada permukaan botol kaca atau plastik. Memberikan tampilan premium dan elegan.

G

2 istilah

Gate
Titik masuk plastik cair ke dalam cavity mold. Jenis gate termasuk pin gate, edge gate, dan hot tip gate.
GMP (Good Manufacturing Practice)
Standar praktik produksi yang menjamin kualitas dan keamanan produk. Wajib untuk produksi kemasan farmasi dan kosmetik. Lihat produk terkait

H

4 istilah

HDPE (High-Density Polyethylene)
Plastik dengan ketahanan kimia tinggi, cocok untuk botol sampo, lotion, dan produk dengan bahan aktif agresif. Lihat produk terkait
Hot Runner
Sistem distribusi plastik cair dalam mold yang menjaga material tetap dalam keadaan cair, mengurangi waste dan meningkatkan efisiensi produksi.
Hot Stamping
Teknik dekorasi dengan menempelkan foil metalik pada permukaan kemasan menggunakan panas dan tekanan. Memberikan efek premium gold/silver.
Halal Certification
Sertifikasi yang menjamin bahwa proses produksi kemasan sesuai dengan syariat Islam, termasuk material dan proses yang digunakan. Lihat produk terkait

I

3 istilah

Injection Molding
Proses pembentukan plastik dengan menyuntikkan material cair ke dalam cetakan untuk membuat komponen solid seperti tutup botol, jar, dan insert. Lihat produk terkait
Insert
Komponen plastik di dalam tutup botol yang berfungsi sebagai reducer, orifice, atau seal tambahan untuk mengontrol aliran produk.
ISO 9001
Standar internasional untuk sistem manajemen mutu yang memastikan konsistensi proses produksi. Dermapack bersertifikasi ISO 9001:2015. Lihat produk terkait

L

4 istilah

Lead Time
Total waktu dari konfirmasi order hingga produk siap kirim. Umumnya 3-6 minggu untuk produksi reguler di Dermapack.
LDPE (Low-Density Polyethylene)
Plastik fleksibel dan lunak, sering digunakan untuk tube kosmetik, squeeze bottle, dan kemasan yang memerlukan fleksibilitas tinggi.
Liner
Material seal di bagian dalam tutup botol yang memberikan kedap udara dan mencegah kebocoran. Tersedia dalam PE foam, induction seal, dan pressure-sensitive.
Labeling
Proses penempelan label pada kemasan, termasuk pressure-sensitive label, shrink sleeve, dan in-mold labeling (IML).

M

4 istilah

MOQ (Minimum Order Quantity)
Jumlah pesanan minimum yang harus dipenuhi pembeli. Di Dermapack, MOQ mulai dari 10.000 pcs per desain tergantung material dan ukuran. Lihat produk terkait
Mold (Cetakan)
Alat cetak presisi yang digunakan untuk membentuk plastik menjadi produk kemasan. Terbuat dari baja atau aluminium dengan toleransi ketat. Lihat produk terkait
Metalisasi (Metallization)
Proses pelapisan permukaan kemasan dengan lapisan logam tipis melalui vacuum metallizing. Memberikan efek cermin atau chrome.
Masterbatch
Konsentrat pewarna atau aditif dalam bentuk pelet yang dicampur dengan resin untuk memberikan warna atau sifat khusus pada produk plastik.

N

1 istilah

Neck Finish
Standar ukuran dan bentuk bagian leher botol yang menentukan kompatibilitas dengan tutup/closure. Contoh: 20/410, 24/410, 28/400.

O

1 istilah

Overcap
Tutup tambahan yang dipasang di atas closure utama untuk perlindungan dan estetika. Sering digunakan pada kemasan parfum dan skincare premium.

P

9 istilah

PET (Polyethylene Terephthalate)
Plastik termoplastik transparan, ringan, dan tahan pecah. Ideal untuk botol serum, toner, dan produk cair kosmetik. 100% recyclable. Lihat produk terkait
PP (Polypropylene)
Plastik dengan ketahanan panas superior dan kekuatan mekanis tinggi. Digunakan untuk tutup botol, dispenser, dan komponen kemasan yang memerlukan hot-fill.
PETG (Polyethylene Terephthalate Glycol)
Varian PET dengan kejernihan dan kilauan menyerupai kaca. Pilihan premium untuk kemasan kosmetik high-end.
PCR (Post-Consumer Recycled)
Material plastik yang berasal dari limbah konsumen yang telah didaur ulang. Mendukung sustainability dan kemasan ramah lingkungan. Lihat produk terkait
Preform
Bentuk awal botol PET yang menyerupai tabung kecil sebelum di-blow menjadi botol. Diproduksi melalui proses injection molding.
Parison
Tabung plastik cair (molten) yang digunakan dalam proses extrusion blow molding sebelum dibentuk menjadi botol oleh cetakan.
Parting Line
Garis pertemuan antara dua bagian mold (core dan cavity). Kualitas parting line mempengaruhi estetika produk akhir.
Pantone Color
Sistem standar warna internasional yang digunakan untuk memastikan konsistensi warna kemasan di setiap batch produksi.
Prototype (Sampel)
Contoh awal produk kemasan yang dibuat sebelum produksi massal untuk evaluasi desain, fungsi, dan estetika. Lihat produk terkait

R

1 istilah

Resin
Bahan baku plastik dalam bentuk pelet/granul yang digunakan sebagai material utama dalam proses injection atau blow molding.

S

7 istilah

SPI Finish (Surface Finish)
Standar klasifikasi tekstur permukaan mold dari SPI (Society of Plastics Industry). Mulai dari A1 (mirror polish) hingga D3 (textured).
Shrinkage
Penyusutan dimensi produk plastik saat mendingin setelah proses molding. Harus diperhitungkan dalam desain mold untuk akurasi dimensi.
Screen Printing
Teknik dekorasi kemasan dengan mencetak tinta langsung pada permukaan botol melalui layar mesh. Cocok untuk logo dan teks. Lihat produk terkait
Spray Coating
Teknik pewarnaan permukaan botol dengan menyemprotkan cat khusus. Menghasilkan finish matte, glossy, atau soft-touch. Lihat produk terkait
Shelf Life
Masa simpan produk yang dipengaruhi oleh kualitas kemasan. Kemasan yang baik menjaga produk tetap stabil selama periode yang ditentukan.
Stress Cracking
Retak pada material plastik akibat tekanan internal atau kontak dengan bahan kimia tertentu. Perlu dipertimbangkan dalam pemilihan material.
Sustainability
Pendekatan produksi kemasan yang mempertimbangkan dampak lingkungan, termasuk penggunaan material recycled, biodegradable, dan efisiensi energi.

T

2 istilah

Tonnage
Kekuatan clamping mesin injection molding yang diukur dalam ton. Menentukan ukuran maksimum produk yang dapat diproduksi.
Tooling
Proses pembuatan mold/cetakan yang mencakup desain, pemesinan CNC, polishing, dan trial. Investasi awal untuk produksi kemasan custom.

U

1 istilah

UV Coating
Pelapisan permukaan kemasan dengan lapisan yang dikeraskan menggunakan sinar UV. Meningkatkan ketahanan gores dan kilauan.

V

1 istilah

Volume Capacity
Kapasitas isi kemasan yang diukur dalam ml atau gram. Harus sesuai dengan klaim pada label produk kosmetik.

W

1 istilah

Wall Thickness
Ketebalan dinding botol atau kemasan. Mempengaruhi kekuatan, berat, dan biaya material. Harus seragam untuk kualitas optimal.

Pertanyaan umum tentang istilah kemasan

  1. Apa itu MOQ (Minimum Order Quantity) dalam industri kemasan?

    MOQ atau Minimum Order Quantity adalah jumlah pesanan minimum yang harus dipenuhi oleh pembeli dalam satu kali order. Dalam industri kemasan plastik, MOQ biasanya berkisar antara 5.000 hingga 50.000 pcs tergantung pada jenis produk, material, dan apakah menggunakan mold existing atau custom. Di Dermapack, MOQ mulai dari 10.000 pcs per desain.

  2. Apa perbedaan antara Injection Molding dan Blow Molding?

    Injection Molding adalah proses pembentukan plastik dengan menyuntikkan material cair ke dalam cetakan (mold) untuk membuat komponen solid seperti tutup botol, jar, dan komponen kemasan. Blow Molding adalah proses pembentukan botol plastik berongga dengan cara meniupkan udara ke dalam preform atau parison yang telah dipanaskan. Injection molding cocok untuk komponen padat, sementara blow molding cocok untuk wadah berongga seperti botol.

  3. Apa itu material PET dan mengapa populer untuk kemasan kosmetik?

    PET (Polyethylene Terephthalate) adalah jenis plastik termoplastik yang sangat populer untuk kemasan kosmetik karena transparansinya tinggi menyerupai kaca, ringan, tahan pecah, memiliki barrier properties yang baik terhadap gas dan kelembaban, serta 100% dapat didaur ulang. PET banyak digunakan untuk botol serum, toner, micellar water, dan produk cair lainnya.

  4. Apa yang dimaksud dengan Lead Time dalam produksi kemasan?

    Lead Time adalah total waktu yang dibutuhkan dari saat order dikonfirmasi hingga produk selesai diproduksi dan siap dikirim. Dalam industri kemasan plastik, lead time umumnya berkisar antara 3-6 minggu untuk produksi reguler, dan 4-8 minggu jika termasuk pembuatan mold custom baru. Lead time dapat bervariasi tergantung jumlah order dan kompleksitas produk.

  5. Apa perbedaan antara HDPE dan PP sebagai material kemasan?

    HDPE (High-Density Polyethylene) memiliki ketahanan kimia yang sangat baik dan sering digunakan untuk botol sampo, lotion, dan produk yang mengandung bahan aktif agresif. PP (Polypropylene) memiliki ketahanan panas yang lebih tinggi dan kekuatan mekanis yang superior, sering digunakan untuk tutup botol, dispenser, dan produk yang memerlukan proses hot-fill. HDPE lebih fleksibel sedangkan PP lebih kaku dan tahan panas.

Butuh konsultasi spesifikasi?

Tim teknis kami siap menerjemahkan kebutuhan produk Anda menjadi spesifikasi kemasan.

Butuh Kemasan Kaca?

Kunjungi Pharmaglass, mitra kemasan kaca kami untuk farmasi, minuman, dan kosmetik.

Kunjungi Sekarang →

Butuh Kemasan F&B?

Kunjungi SEAL Indonesia, mitra kemasan F&B kami untuk paper cup, bowl, dan aluminium cup.

Kunjungi Sekarang →